Rapid Aplication Development
MAKALAH
RAPID APPLICATION
DEVELOPMENT (RAD)
Dosen : Asep Jalaludin, S.T,
M.M
Mata_Kuliah
: Sistem Informasi Manajemen
Disusun oleh :
Agung Langgeng Widodo (
15264003 )
Akhmad Chairudin (
15164029 )
Sri Pujiwati (
16163012 )
Ardiyah Desiyanti (
16164020 )
Muhammad Ammar (
15163009 )
STMIK
MEDIA INFORMATIKA CENDEKIA
(MIC)
CIKARANG
2018
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………….……………………………………………………
i
KATA PENGANTAR ………….....………………..………………..……………..…….. ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………... iii
KATA PENGANTAR ………….....………………..………………..……………..…….. ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………... iii
BAB I PENDAHULUAN ………....……………………………………………………... 1
- A. Latar Belakang ………………………………………………………………..... 1
- B. Rumusan Masalah
……………………………………………………………… 1
- C.
Tujuan ……………………………………………………………………....…... 1
BAB II PEMBAHASAN …………………………..………………..……………..…….. 2
- A. Pengertian RAD …………………………..………………..……………..……. 2
- B. Fase dan Fase dan Tahapan Pengembangan
Aplikasi …..………..…………….. 3
- C. Sejarah RAD …………………………..………………..……………..………. 4
- D. Fase fase Model RAD …………………………..…..……..……………..……..
7
- E. Kelebihan Penggunaan Model RAD ……………..………..……………..……..
7
- F. Kekurangan Penggunaan Model RAD ……………..………..……………..……
8
- G. Model Rapid Application Development(RAD) ……………..………..….....……8
- H. Model Evolutionary Development / Evolutionary Software Process Mode …... 10
BAB III PENUTUP ……………..………..……………..…………………………….… 12
- A. Kesimpulan
……………..………..……………..…………………………..…12
- B. Sesi Tanya dan Jawab ……………..………..……………..………………..…13
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kepada Allah SWT atas segala
nikmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah “RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)” ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi
Manajemen.
Saya
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Asep Jalaludin , selaku dosen Matakuliah
Sistem Informasi Manajemen. Saya dan teman-teman sebagai penyusun sadar bahwa
makalah ini sangat jauh dari sempurna.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah
isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sistem
Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Suatu sistem informasi yang baik tidak terlepas dari teknik dan langkah dalam
membangunnya agar mampu memberikan kepuasan optimal kepada para penggunanya.
Banyak teknik dan cara yang digunakan untuk membuat suatu sistem informasi.
Untuk memahami dan mengetahui teknik dan langkah-langkah dalam membangun sebuah
sistem informasi, diperlukan penjelesan lebih lanjut terhadap hal tersebut.
Siklus
Hidup Informasi adalah salah satu metode yang digunakan untuk membangun sebuah
sistem informasi dari tahap awal sampai pada akhirnya pada tahap penyelesaian
serta pengaplikasiannya pada kehidupan nyata. Diantaranya dikenal dengan
istilah Rapid Application Development, Hal tersebut akan dipahami lebih lanjut
pada paparan materi dibawah sehingga mampu memberikan pengetahuan bagi para
pembaca dan memberikan sedikit gambaran dalam hal teknik atau langkah
pembangunan sebuah sistem.
B. Rumusan
Masalah
Dari
paparan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah, antara
lain:
- Apakah
pengertian dari Rapid Application Development?
- Bagaimanakah
fase-fase dari Rapid Application Development?
- Apakah
kelebihan dan kekurangan dari Rapid Application Development?
C. Tujuan
Adapun
tujuan dari penulisan makalh ini antara lain:
- Untuk
mengetahui pengertian dari Rapid
Application Development
- Untuk
mengetahui Bagaimanakah fase-fase dari Rapid Application Development
- Untuk
mengetahui kelebihan dan kekurangan dari Rapid Application Development
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
RAD
Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah proses perkembangan perangkat
lunak sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek.
Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model
sekuensial linier dimana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan
pendekatan konstruksi berbasis komponen. Jika kebutuhan dipahami dengan baik,
proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan “sistem fungsional yang
utuh” dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari).
Rapid Application
Development (RAD) adalah strategi siklus hidup yang
ditujukan untuk menyediakan pengembangan yang jauh lebih cepat dan mendapatkan
hasil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai
melalui siklus tradisional (McLeod, 2002). RAD merupakan gabungan dari
bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan
teknik pengembangan joint application untuk
mempercepat pengembangan sistem/aplikasi (Bentley, 2004). Dari definisi-definisi
konsep RAD ini, dapat dilihat bahwa pengembangan aplikasi dengan menggunakan
metode RAD ini dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat.
Pemaparan konsep yang lebih spesifik lagi dijelaskan oleh Pressman (2005)
dalam bukunya, “Software Engineering: A Practition’s
Approach”. Ia mengatakan bahwa RAD adalah proses model perangkat
lunak inkremental yang menekankan siklus pengembangan yang singkat. Model RAD
adalah sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model waterfall, di mana perkembangan pesat dicapai dengan
menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen. Jika tiap-tiap kebutuhan
dan batasan ruang lingkup projek telah diketahui dengan baik, proses RAD
memungkinkan tim pengembang untuk menciptakan sebuah “sistem yang berfungsi
penuh” dalam jangka waktu yang sangat singkat. Dari penjelasan Pressman (2012)
ini, satu perhatian khusus mengenai metodologi RAD dapat diketahui, yakni
implementasi metode RAD akan berjalan maksimal jika pengembang aplikasi telah
merumuskan kebutuhan dan ruang lingkup pengembangan aplikasi dengan baik.
Sedangkan menurut Kendall (2010), RAD adalah suatu pendekatan berorientasi
objek terhadap pengembangan sistem yang mencakup suatu metode pengembangan
serta perangkat-perangkat lunak. RAD bertujuan mempersingkat waktu yang
biasanya diperlukan dalam siklus hidup pengembangan sistem tradisional antara
perancangan dan penerapan suatu sistem informasi. Pada akhirnya, RAD sama-sama
berusaha memenuhi syarat-syarat bisnis yang berubah secara cepat.
RAD (Rapid Application Development) Model
Rapid Application Development (RAD)
atau Rapid Prototyping adalah model proses pembangunan perangkat
lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan
pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah
batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan
metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model
(model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan
menetapkan kebutuhan (requirement) user dan selanjutnya
disingkirkan. Working model digunakan kadang-kadang saja sebagai basis
desain dan implementasi sistem final.
Siklus RAD
(Sumber: Kendall, 2010)
(Sumber: Kendall, 2010)
B. Fase
dan Tahapan Pengembangan Aplikasi
Menurut Kendall (2010), terdapat tiga fase dalam RAD yang melibatkan
penganalisis dan pengguna dalam tahap penilaian, perancangan, dan penerapan.
Adapun ketiga fase tersebut adalah requirements planning (perencanaan
syarat-syarat), RAD design
workshop
(workshop desain
RAD), dan implementation (implementasi).
Sesuai dengan metodologi RAD menurut Kendall (2010), berikut ini adalah
tahap-tahap pengembangan aplikasi dari tiap-tiap fase pengembangan aplikasi.
1) Requirements Planning (Perencanaan Syarat-Syarat)
Dalam fase ini,
pengguna dan penganalisis bertemu untuk mengidentifikasikan tujuan-tujuan
aplikasi atau sistem serta untuk megidentifikasikan syarat-syarat informasi
yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Orientasi dalam fase ini adalah
menyelesaikan masalah-masalah perusahaan. Meskipun teknologi informasi dan
sistem bisa mengarahkan sebagian dari sistem yang diajukan, fokusnya akan
selalu tetap pada upaya pencapaian tujuan-tujuan perusahaan (Kendall, 2010).
2) RAD Design Workshop (Workshop Desain
RAD)
Fase ini adalah fase untuk merancang dan memperbaiki yang bisa digambarkan
sebagai workshop. Penganalisis dan dan pemrogram dapat bekerja
membangun dan menunjukkan representasi visual desain dan pola kerja kepada
pengguna. Workshop desain ini dapat dilakukan
selama beberapa hari tergantung dari ukuran aplikasi yang akan dikembangkan.
Selama workshop desain RAD, pengguna merespon prototipe
yang ada dan penganalisis memperbaiki modul-modul yang dirancang berdasarkan
respon pengguna. Apabila sorang pengembangnya merupakan pengembang atau
pengguna yang berpengalaman, Kendall menilai bahwa usaha kreatif ini dapat
mendorong pengembangan sampai pada tingkat terakselerasi (Kendall, 2010).
3) Implementation (Implementasi)
Pada fase implementasi ini, penganalisis bekerja dengan para pengguna
secara intens selama workshop dan
merancang aspek-aspek bisnis dan nonteknis perusahaan. Segera setelah
aspek-aspek ini disetujui dan sistem-sistem dibangun dan disaring,
sistem-sistem baru atau bagian dari sistem diujicoba dan kemudian diperkenalkan
kepada organisasi (Kendall, 2010).
C. Sejarah RAD
Rapid Application Development ( RAD ) adalah istilah awalnya digunakan untuk
menggambarkan proses pengembangan perangkat lunak pertama kali dikembangkan dan
berhasil digunakan selama pertengahan 1970-an oleh Sistem Pusat Pengembangan
New York Telephone Co di bawah arahan Dan Gielan. Setelah serangkaian
implementasi sangat berhasil dari proses ini, Gielan kuliah secara ekstensif di
berbagai forum pada metodologi , praktek, dan manfaat dari proses ini.
RAD
melibatkan pengembangan dan pembangunan prototipe iteratif . Pada tahun 1990 ,
dalam buku RAD, Rapid Application Development, James Martin didokumentasikan
penafsirannya tentang metodologi. Baru-baru ini, istilah dan singkatan yang
telah datang untuk digunakan dalam lebih luas, pengertian umum yang mencakup
berbagai metode yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan aplikasi, seperti
penggunaan kerangka perangkat lunak dari berbagai jenis, seperti kerangka kerja
aplikasi web.
Pengembangan
aplikasi yang cepat merupakan respon terhadap proses yang dikembangkan pada
1970-an dan 1980-an, seperti Structured Sistem Metode Analisis dan Desain dan
model Waterfall lainnya. Satu masalah dengan metodologi sebelumnya adalah bahwa
aplikasi begitu lama untuk membangun bahwa persyaratan telah berubah sebelum
sistem itu selesai, sehingga sistem tidak memadai atau bahkan tidak dapat
digunakan. Masalah lain adalah asumsi bahwa persyaratan metodis tahap analisis
saja akan mengidentifikasi semua persyaratan penting. Membuktikan fakta bahwa
ini adalah jarang terjadi, bahkan untuk proyek-proyek dengan profesional yang
sangat berpengalaman di semua tingkatan.
Dimulai
dengan ide-ide dari Brian Gallagher, Alex Balchin, Barry Boehm dan Scott
Shultz, James Martin mengembangkan pendekatan pengembangan aplikasi yang cepat
selama tahun 1980 di IBM dan akhirnya diresmikan itu dengan menerbitkan sebuah
buku pada tahun 1991, Rapid Application Development.
RAD Model Design
Model RAD mendistribusikan tahap analisis,
perancangan, pembuatan dan pengujian ke dalam rangkaian siklus pengembangan
jangka pendek yang singkat.
Berikut adalah fase-fase dari RAD:
Business Modeling (Bisnis Model)
Fase ini untuk perancangan dasar dari
pengembangan produk berdasarkan informasi dan distribusi informasi antar
saluran bisnis. Analisis bisnis yang lengkap dilakukan untuk menemukan
informasi penting untuk bisnis, bagaimana hal itu dapat diperoleh, bagaimana
dan kapan informasi diproses dan faktor apa yang mendorong arus informasi yang
berhasil.
Data Modeling (Data Model)
Data Modeling (Data Model)
Fase ini untuk menganalisa informasi yang sudah
dikumpulan dari fase Business Modeling. semua kumpulan data diidentifikasi dan
didefinisikan secara rinci untuk mencari model bisnis yang tepat.
Process Modeling (Proses Pemodelan)
Fase ini untuk untuk menetapkan arus informasi
bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis yang spesifik sesuai model
bisnis. perubahan atau penyempurnaan pada kumpulan objek data didefinisikan
dalam fase ini. Deskripsi proses untuk menambahkan, menghapus, mengambil atau
memodifikasi objek data diberikan.
Application Generation (Generasi Aplikasi)
Application Generation (Generasi Aplikasi)
Fase ini untuk Sistem yang sebenarnya dibangun
dan pengkodean dilakukan dengan menggunakan automatic tools i untuk mengubah
model proses dan data menjadi prototype yang actual.
Testing and Turnover
Fase ini untuk pengujian keseluruhan sistem yang
dibangun semua komponen perlu diuji secara menyeluruh dengan cakupan uji yang
lengkap. Dengan pengujian yang lengkap dapat mengurangi risiko cacat sistem.
Kelebihan
dan Kekurangan RAD
Metode pengembangan sistem RAD relatif lebih sesuai dengan rencana
pengembangan aplikasi yang tidak memiliki ruang lingkup yang besar dan akan
dikembangkan oleh tim yang kecil. Namun, RAD pun memiliki kelebihan dan
kekurangannya sebagai sebuah metodoligi pengembangan aplikasi. Berikut ini
adalah kelebihan metodologi RAD menurut Marakas (2006):
1.
Penghematan waktu dalam keseluruhan fase
projek dapat dicapai.
2.
RAD mengurangi seluruh kebutuhan yang
berkaitan dengan biaya projek dan sumberdaya manusia.
3.
RAD sangat membantu pengembangan
aplikasi yang berfokus pada waktu penyelesaian projek.
4.
Perubahan desain sistem dapat lebih
berpengaruh dengan cepat dibandingkan dengan pendekatan SDLC tradisional.
5.
Sudut pandang user disajikan dalam
sistem akhir baik melalui fungsi-fungsi sistem atau antarmuka pengguna.
6.
RAD menciptakan rasa kepemilikan yang
kuat di antara seluruh pemangku kebijakan projek.
Sedangkan, mengacu pada pendapat Kendall (2010), maka dapat diketahui bahwa
kekurangan penerapan metode RAD adalah sebagai berikut:
1.
Dengan metode RAD, penganalisis berusaha
mepercepat projek dengan terburu-buru.
2.
Kelemahan yang berkaitan dengan waktu
dan perhatian terhadap detail. Aplikasi dapat diselesaikan secara lebih cepat,
tetapi tidak mampu mengarahkan penekanan terhadap permasalahan-permasalahan
perusahaan yang seharusnya diarahkan.
3.
RAD menyulitkan programmer yang tidak berpengalaman menggunakan
prangkat ini di mana programmer dan analyst dituntut untuk menguasai
kemampuan-kemampuan baru sementara pada saat yang sama mereka harus bekerja
mengembangkan sistem.
D. Fase-Fase Model RAD
Bussiness
Modeling
Aliran
informasi di antara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : Informasi apa yang mengendalikan
proses bisnis? Informasi apa yang dimunculkan? Siapa yang memunculkannya?
Ke mana informasi itu pergi? Siapa yang memprosesnya?
Data Modeling
Aliran
informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modeling disaring
ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut.
Karakteristik masing-masing objek didefinisikan dan hubungan antara objek-objek
tersebut didefinisikan.
Prosess Modeling
Objek
data yang telah didefinisikan di dalam fase data modeling ditransformasikan
untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi
bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus
atau mendapatkan kembali sebuah objek data.
Aplication Generation
RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi keempat. Selain menciptakan
perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman general yang
konvensional, RAD lebih banyak memproses kerja untuk mamakai lagi komponen
program yang ada atau menciptakan komponoen yang bisa dipakai lagi. Pada semua
kasus, alat-alat bantu otomatis dipakai untuk memfasilitasi konstruksi
perangkat lunak.
Testing and Turnover
Karena
proses RAD menekankan pada pemakaian kembali , banyak komponen program telah
diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi komponen baru
harus diuji dan semua interface harus dilatih secara penuh.
E. Kelebihan Penggunaan Model RAD
Dimungkinkan
dalam proses pembuatan membutuhkan waktu yang sangat singkat (60-90 hari)
Menghemat
biaya, karena penekannya adalah penggunaan komponen-komponen yang sudah ada
RAD
menggunakan kembali komponen-komponen yang sudah ada, maka beberapa komponen
program sudah diuji sehingga kita dapat melakukan penghematan waktu dalam uji
coba.
F. Kekurangan Penggunaan Model RAD
Seperti
semua proses model yang lain, pendekatan RAD memiliki kekurangan-kekurangan
sebagi berikut:
Bagi
proyek yang besar tetapi berskala, RAD memerlukan sumber daya manusia yang
memadai untuk menciptakan jumlah tim RAD yang baik.
RAD
menuntut pengembangan dan pelanggan yang memiliki komitmen di dalam aktifitas
rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka
waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD
akan gagal. RAD menekankan perkembangan komponen program yang bisa dipakai
kembali. Reusable menjadi batu pertama teknologi objek dan ditemui di
dalam proses rakitan komponen
Tidak
semua aplikasi sesuai untuk RAD. Bila sistem tidak dapat dimodulkan dengan
teratur, pembangunan komponen penting pada RAD akan menjadi sangat problematis.
RAD
menjadi tidak sesuai jika risiko teknisnya tingggi. Hal ini terjadi bila sebuah
aplikasi baru memforsir teknologi baru atau bila perangkat lunak baru
membutuhkan tingkat interoperabilitas yang tinggi dengan program komputer yang
ada.
G. Model Rapid
Application Development (RAD)
Rapid Aplication Development
(RAD) adalah sebuah model proses perkembanganperangkat lunak sekuensial linier
yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90
hari). Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model
sekuensial linier dimana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan
pendekatan konstruksi berbasis komponen.
Berikut adalah Tahapan
– tahapan Proses Pengembangan dalam Model Rapid Application Development (RAD),
yaitu :
·
Bussiness Modeling
Fase ini untuk mencari aliran informasi
yang dapat menjawab pertanyaan berikut:
Ø
Informasi apa yang menegndalikan proses
bisnis?
Ø
Informasi apa yang dimunculkan?
Ø
Di mana informasi digunakan ?
Ø
Siapa yang memprosenya ?
·
Data Modeling
Aliran informasi yang
didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modeling disaring ke dalam
serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut.
Karakteristik (atribut) masing-masing objek diidentifikasi dan hubungan antar
objek-objek tersebut didefinisikan.
·
Proses Modeling
Aliran informasi yang
didefinisikan di dalam fase data modeling ditransformasikan untuk mencapai
aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran
pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan
kembali sebuah objek data.
·
Aplication Generation
Selain menggunakan
bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga memakai komponen program yang
telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi. Ala-alat bantu bisa
dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
·
Testing dan Turnover
Karena proses RAD
menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen program telah diuji. Hal ini
mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan
semua interface harus dilatih secara penuh.
·
Kelebihan Model RAD :
Ø
Lebih efektif dari Pengembangan Model
waterfall/sequential linear dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan
langsung dari pelanggan.
Ø
Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu
yang singkat.
Ø
Model RAD mengikuti tahap pengembangan
sistem seperti pada umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan
kembali komponen yang ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya dari awal
lagi sehingga waktu pengembangan menjadi lebih singkat dan efisien.
·
Kekurangan Model RAD :
Ø
Model RAD menuntut pengembangan dan
pelanggan memiliki komitmen di dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk
melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika
komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD akan gagal.
Ø
Tidak semua aplikasi sesuai untuk RAD,
bila system tidak dapat dimodulkan dengan teratur, pembangunan komponen penting
pada RAD akan menjadi sangat bermasalah.
Ø
RAD tidak cocok digunakan untuk sistem
yang mempunyai resiko teknik yang tinggi.
Ø
Membutuhkan Tenaga kerja yang banyak
untuk menyelesaikan sebuah proyek dalam skala besar.
Ø
Jika ada perubahan di tengah-tengah
pengerjaan maka harus membuat kontrak baru antara pengembang dan pelanggan.
H.Model
Evolutionary Development / Evolutionary Software Process Models
Model Evolutionary
Development bersifat iteratif (mengandung perulangan). Hasil prosesnya berupa
produk yang makin lama makin lengkap sampai versi terlengkap dihasilkan sebagai
produk akhir dari proses. Model Evolutionary Development / Evolutionary
Software Process terbagi menjadi 2, yaitu :
1.
Model Incremental
Model Incremental
merupakan hasil kombinasi elemen-elemen dari model waterfall yang diaplikasikan
secara berulang, atau bisa disebut gabungan dari Model linear sekuensial
(waterfall) dengan Model Prototype. Elemen-elemen tersebut dikerjakan hingga
menghasilkan produk dengan spesifikasi tertentu kemudian proses dimulai dari
awal kembali hingga muncul hasil yang spesifikasinya lebih lengkap dari
sebelumnya dan tentunya memenuhi kebutuhan pemakai.
Model ini berfokus
pada penyampaian produk operasional dalam Setiap pertambahanya. Pertambahan
awal ada di versi stripped down dari produk akhir, tetapi memberikan kemampuan
untuk melayani pemakai dan juga menyediakan platform untuk evaluasi oleh
pemakai. Model ini cocok dipakai untuk proyek kecil dengan anggota tim yang
sedikit dan ketersediaan waktu yang terbatas.
Pada proses Pengembangan dengan Model
Incremental, perangkat lunak dibagi menjadi serangkaian increment yang
dikembangkan secara bergantian.
Contoh Penerapan Model
Incremental
Perangkat lunak
pengolah kata yang dikembangkan dengan menggunakan paradigma pertambahan akan
menyampaikan manajemen file, editing, serta fungsi penghasilan dokumen pada
pertambahan pertama, dan selanjutnya. Pertambahan pertama dapat disebut sebagai
produk inti (core product). Dan pada pertambahan selanjutnya, produk inti
akan dikembangkan terus hingga menghasilkan produk jadi yang siap untuk
digunakan/dipasarkan.
·
Kelebihan Model Incremental :
Ø
Personil bekerja optimal.
Ø
mampu mengakomodasi perubahan secara
fleksibel, dengan waktu yang relatif singkat dan tidak dibutuhkan anggota/tim
kerja yang banyak untuk menjalankannya.
Ø
Pihak konsumen dapat langsung
menggunakan dahulu bagian-bagian yang telah selesai dibangun. Contohnya
pemasukan data karyawan.
Ø
Memaksimalkan pengembalian modal
investasi konsumen.
Kekurangan Model Incremental :
Ø
Tidak cocok untuk proyek berukuran besar
(lebih dari 200.000 baris coding).
Ø
Sulit untuk memetakan kebutuhan pemakai
ke dalam rencana spesifikasi tiap-tiap hasil dari increament.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rapid
Aplication Model (RAD) adalah sebuah proses perkembangan perangkat lunak
sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Jika
kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan
menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu yang sangat
pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari). Fase-Fase Model RAD
meliputi Bussiness Modeling, Data Modeling, Prosess Modeling, Aplication
Generation, dan Testing and Turnover.
Adapun
Kelebihan Penggunaan Model RAD :
- Dimungkinkan
dalam proses pembuatan membutuhkan waktu yang sangat singkat (60-90 hari)
- Menghemat
biaya, karena penekannya adalah penggunaan komponen-komponen yang sudah ada
- RAD
menggunakan kembali komponen-komponen yang sudah ada, maka beberapa komponen
program sudah diuji sehingga kita dapat melakukan penghematan waktu dalam uji
coba.
Adapun
Kekurangan dari Model RAD :
Seperti
semua proses model yang lain, pendekatan RAD memiliki kekurangan-kekurangan
sebagi berikut:
- Bagi
proyek yang besar tetapi berskala, RAD memerlukan sumber daya manusia yang
memadai untuk menciptakan jumlah tim RAD yang baik.
- RAD
menuntut pengembangan dan pelanggan yang memiliki komitmen di dalam aktifitas
rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka
waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD
akan gagal. RAD menekankan perkembangan komponen program yang bisa dipakai
kembali. Reusable menjadi batu pertama teknologi objek dan ditemui di
dalam proses rakitan komponen
-
Tidak semua aplikasi sesuai untuk RAD. Bila sistem tidak dapat dimodulkan
dengan teratur, pembangunan komponen penting pada RAD akan menjadi sangat
problematis.
- RAD
menjadi tidak sesuai jika risiko teknisnya tingggi. Hal ini terjadi bila sebuah
aplikasi baru memforsir teknologi baru atau bila perangkat lunak baru
membutuhkan tingkat interoperabilitas yang tinggi dengan program komputer yang
ada.
B. SESI TANYA JAWAB
Yang Bertanya Yaitu :
A.
Kevin 15164004
B.
Rojikin 16164076
C.
Heri Pamungkas 15264004
D.
Adito 15164009
A.
Apa itu Berkerja Intens
?
Jawaban
:Proses Bekerja sama antara pemrogram Aplikasin dengan Customernya untuk mencapai Tujuan yang di inginkan pengguna
aplikasi
B.
Apa maksud Menciptakan
rasa Kepemilikan yang kuat di antara pemangku Kebijakan Proyek ?
Jawaban : Karena proses Pengerjaan
suatu Proyek ini adalah berkelompok dan diantara Anggotanya memegang peranan
yang saling Berhubungan Antara satu dengan yang lain ,Untuk Mencapi Tujuan
akhir suatu Proyek ,
Dari situ muncul rasa kepermilikan
yang kuat dari Aplikasi yang sudah di buat ini .
C.
Apa Tujuan Dari RAD ?
Jawaban : Metode Untuk Membuat
suatu Aplikasi yang di inginkan pengguna atau Customer yang Berfokus pada
keinginan user dalam waktu yang singkat dengan Mengefisienkan penggunaan Biaya
.
D.
Kelebihan RAD dari Metode yang lain ?
Jawaban
: Waktu yang di gunakan lebih singkat
,efesiendi Biaya .







Komentar
Posting Komentar